Sebelum menjadi “sutradara”, kita harus menjadi “operator” kamera.
Apa pun kameramu (DSLR, Mirrorless, Camcorder), pahami bagian-bagian ini:
🔍 Lensa
“Mata” kamera. Tempat mengatur Fokus (menajamkan gambar) dan Zoom (memperbesar/memperkecil optik).
📦 Body Kamera
Otak kamera. Tempat sensor gambar, baterai, dan kartu memori.
🔴 Tombol REC (Rekam)
Teman terbaikmu. Biasanya berwarna merah.
📺 LCD Screen/Viewfinder
Jendelamu untuk melihat dunia yang kamu rekam.
⚙️ Kontrol Exposure (Segitiga Emas)
- ISO: Seberapa sensitif sensor terhadap cahaya (semakin tinggi, semakin terang, tapi semakin banyak noise/bintik).
- Aperture (Diafragma): Seberapa besar “pupil” lensa terbuka (semakin kecil angkanya, misal f/1.8, semakin banyak cahaya masuk & latar belakang blur).
- Shutter Speed: Seberapa cepat “jendela” sensor membuka-tutup (untuk video, biasanya diatur 2x frame rate. Misal: syuting 24fps, shutter speed 1/50).
⚖️ White Balance (WB)
Menyesuaikan warna agar putih terlihat putih (mencegah gambar terlalu biru atau terlalu kuning).
🔑 Kunci Utama: Untuk video profesional, stabilitas adalah segalanya. Gunakan Tripod untuk bidikan statis dan pergerakan yang mulus.