About Course
Modul Ajar: Klasifikasi Obat (Dasar-Dasar Kefarmasian)
1. Informasi Umum
-
Mata Pelajaran: Dasar-Dasar Kefarmasian
-
Sasaran: Kelas X Farmasi
-
Durasi: 2 x 90 Menit
-
Metode: Discovery Learning & Diskusi Kelompok
2. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti pembelajaran ini, siswa diharapkan mampu:
-
Mengidentifikasi penggolongan obat berdasarkan tanda pada kemasan (logo).
-
Menjelaskan perbedaan obat bebas, bebas terbatas, keras, psikotropika, dan narkotika.
Memahami penggolongan obat berdasarkan sumber dan efek terapi secara garis besar.
3. Materi Utama Kalsifikasi Obat
A. Berdasarkan Peraturan Perundang-undangan (Logo Kemasan)
| Jenis Obat | Ciri Visual (Logo) | Contoh |
| Obat Bebas | Lingkaran Hijau tepi hitam | Parasetamol, Vitamin |
| Obat Bebas Terbatas | Lingkaran Biru tepi hitam | Antimo, CTM |
| Obat Keras | Lingkaran Merah dengan huruf “K” | Amoksisilin (Antibiotik) |
| Narkotika | Palang Medali Merah | Kodein, Morfin |
B. Berdasarkan Nama (Nama Istilah Obat)
-
Obat jadi : Obat dalam keaadaan murni atau campuran dalam bentuk serbuk, cairan, salep, tablet, pil, supositoria, atau bentuk lainnya sesuai dengan Farmakope Indonesia.
-
Obat paten : obat jadi dengan nama dagang yang terdaftar atas nama si pembuat yang di kuasakannya dan dijual dalam bungkus asli dari pabrik.
-
Obat baru : obat yang terdiri atau berisi zat, baik sebagai bagian yang berkhasiat ataupun yang tidak berkhasiat, misalnya pelapis, pengisi, pelarut, pembantu atau komponen lainnya.
- Obat asli : obat yang didapat langsung dari bahan alamiah Indonesia, terolah secara sederhana atas dasar pengalaman dan digunakan dalam pengobatan tradisional.
- Obat esensial : obat yang paling dibutuhkan untuk pelayanan kesehatan masyarakat dan tercantum dalam Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) yang ditetapkan Menteri Kesehatan.
- Obat generik : obat dengan nama resmi yang ditetapkan dalam Farmakope Indonesia untuk zat berkhasiat yang dikandungnya.
- Obat generik Bermerek (OGB) : obat generik tertentu yang diberi nama atau merek dagang sesuai kehendak produsen obat.
C. Berdasarkan Cara Penggunaan
-
Pemakaian Dalam (ad usus externum) : Melalui saluran pencernaan (Etiket Putih).
-
Pemakaian Luar (ad usus externum) : Melalui kulit, mukosa, atau injeksi (Etiket Biru).
D. Berdasarkan Bentuk Sediaan
- Bentuk padat, misalnya tablet, kapsul, serbuk, pil, supositoria, dan ovula.
- Bentuk cair, misalnya sirup, suspensi, emulsi, eliksir, infus, dan obat tetes.
- Bentuk gas, misalnya inhaler dan aerosol.
- Bentuk setengah padat, misalnya salep, krim, dan gel.
E. Berdasarkan cara Pemberian
- Obat Oral : melalui mulut, mudah dan aman pemakaiannya, lazim dan praktis. Contohbentuk sediaan per oral adalah tablet, kapsul, tablet isap, sirup, obat tetes.
- Oramukosal : melalui mukosa dirongga mulut.
Ada 2 macam cara oramukosal :
Sublingual : obat yang diletakkan dibawah lidah tidak diinaktivasi karena tidak melewati hati. Contohnya obat untuk pasien serangan jantung dan asma.
Bukal : Obat diletakkan diantara pipi dan gusi. Contoh sediaan bukal adalah cytotet tablet. - Rektal : pemberian obat melalui rektal atau dubur.
- Parental : pemberian melalui penyuntikan dibawah atau menembus kulit atau selaput lendir.
- Topikal : diberikan dengan cara mengoleskannya pada permukaan kulit. Bentuk sediaanya salep, krim, lotion, atau bedak.
- Inhalasi : Obat disemprot untuk disedot memlalui hidung atau mulut.
- Intranasal : diberikan melalui selaput lendir hidung untuk menciutkan mukosa hidung yang membengkak. Contohnya iliadin.
- Obat tetes mata dan telinga : melalui mukosa mata atau telinga. Bentuknya berupa obat tetes atau salep.
- Intravaginal : Obat diberikan melalui selaput lendir mukosa vagina, berupa obat antifungsi dan pencegahan kehamilan.
4. Aktivitas Interaktif: “Drug Detective”
Instruksi untuk Siswa:
-
-
Bagi siswa ke dalam kelompok kecil.
-
Berikan beberapa kemasan obat kosong (dus obat).
-
Minta mereka mengidentifikasi: Apa logonya? Apa khasiatnya? Termasuk golongan mana?
-
Presentasikan hasilnya di depan kelas.
-
Course Content
KLASIFIKASI OBAT
Dapatkan sertifikat Gratis!
Anda dapat memiliki sertifikat ini setelah menyelesaikan kursus online ini secara gratis.